Most Read

Penerapan Komputasi Modern Di Lingkungan Perusahaan

Minggu, 15 Oktober 2017

Tugas Pengetahuan Teknologi Internet Dan New Media


Kesaktian Pancasila


            Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit membahas mengenai kesaktian Pancasila,sebelum kita melanjutkan kedalam kesaktian Pancasila itu sendiri, mari kita telisik terlebih dahulu mengenai apa itu Pancasila dan bagaimana sejarah singkat lahirnya Pancasila.

            Pancasila adalah  ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

Meskipun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.
           
            Pada awalnya, tanggal 1 maret 1945 dibentuklah BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI yang dibentuk untuk mencari dasar negara Indonesia mendapatkan beberapa masukan dari anggota-anggotanya, diantaranya adalah Lima Dasar yang diutarakan oleh Muhammad Yamin pada tanggal 29 Mei 1945, yang isinya sebagai berikut : Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.
           
            Lalu pada tanggal 1 Juni 1945 soekarno mengemukakakn Pancasila, dalam pidatonya yang berjudul “Lahirnya Pancasila” Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu.

            Lalu sebelum sidang itu berakhir dibentuklah panitia 9 yang berfungsi sebagai perumus kembali Pancasila sebagai dasar negara berdasar pidato soekarno, serta mendokumentasikan itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia. Lalu disetujui lah rencana tersebut pada tanggal 22 Juni 1945 dan diberi nama sebagai Piagam Jakarta.
  
            Apasih hari kesaktian Pancasila itu? Hari kesaktian Pancasila adalah hari dimana ada hubungannya dengan peristiwa pemberontakan G30S/PKI dimana hari kesaktian Pancasila selalu diperingati pada tanggal 1 Oktober setiap tahunnya. Pemberontakan G30S/PKI sendiri terjadi pada tanggal 30 September 1965 yang terjadi pada malam hari. Insiden ini masih menjadi perdebatan di kalangan para akademisi mengenai siapa dalang dana pa motif yang me latar belakangi kejadian tersebut.

            Akan tetapi kelompok reliji terbesar saat itu dan otoritas militer menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan ulah PKI yang bertujuan untuk mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Sedangkan Menurut versi Orde Baru gerakan ini dilakukan oleh sekelompok pasukan yang diketahui sebagai pasukan Cakrabirawa, yaitu pasukan pengawal presiden yang melakukan aksi pembunuhan dan penculikan kepada Enam (6) jenderal senior TNI AD (Angkatan Darat).

Tiga Jenderal yaitu: MT Haryono, Ahmad Yani dan DI Panjaitan tewas di tempat. Sedangkan Tiga Jenderal lainnya seperti Sutoyo Siswomiharjo, Soeprapto dan S. Parman di bawa oleh para pemberontak dalam kondisi hidup. Salah satu jenderal yang menjadi sasaran utama pemberontak (PKI) adalah jenderal TNI Abdul Haris Nasution (AH Nasution), namun beliau dapat selamat dari peristiwa maut tersebut. Tetapi putri dari sang jenderal serta Ajudan sang jenderal (Pierre Tendean) harus rela menjadi korban dan tewas atas kebiadaban PKI. semula PKI mengira Pierre Tendean (Ajudan Jenderal AH Nasution) ini sebagai jenderal AH Nasution namun ternyata salah.

Para jenderal yang dibawa dalam kondisi hidup (Sutoyo Siswomiharjo, Soeprapto dan S. Parman) kemudian mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi. Mereka disiksa secara biadab seakan mereka bukan manusia. Dan setelah para jenderal ini gugur jasad mereka kemudian dibuang oleh PKI ke dalam sebuah lubang yang kemudian di kenal dengan sebutan Lubang Buaya, kemudian setelah itu bagian atas lubang buaya mereka tutupi dengan pohon pisang. Sesudah melakukan aksi pembantaian tersebut, pemberontak yang disebut-sebut diotaki oleh PKI berhasil menguasai Studio RRI (Radio Republik Indonesia) dan juga Kantor Telekomunikasi. Letkol Untung yang merupakan salah satu bagian dari pemberontak (PKI) melalui RRI mengumumkan terbentuknya 'Dewan Revolusi' dan mengumumkan telah berhasil menghentikan upaya 'Dewan Jenderal' yang disematkan pada jenderal TNI Angkatan Darat yang mau melakukan kudeta terhadap pemerintah.


Mayor Jendral Soeharto (Mantan Presiden) yang saat itu menjabat seorang jenderal namanya tidak tercantum dalam daftar tokoh yang harus dimusnahkan oleh pemberontak. Sehingga Soeharto mendapatkan kesempatan untuk memegang kendali komando dan membuat beberapa kebijakan strategi penting yang kemudian berhasil merebut kembali Jakarta dari genggaman pemberontak (PKI) Dalam tempo sehari, sehingga upaya pembentukan 'Dewan Revolusi' dapat digagalkan.


Setelah itu pada tanggal 1-Oktober-1965 tepatnya pada pukul 20.15 WIB, Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat melalui RRI (Radio Republik Indonesia) memberitahukan bahwa telah terjadi gerakan Kontra Revolusi yang berhasil menculik 6 jenderal senior Angkatan Darat (TNI AD). namun situasi dapat dikuasai kembali oleh pimpinan Angkatan Darat yang kala itu berada di tangan Mayor Jendral Soeharto, dan kemudian Tepat pada jam 21.00 WIB  (9 malam) pada 1-Oktober-1965 pemerintah lewat Mayor Jendral Soeharto mengumumkan PKI di Indonesia berhasil di tumpas. Dan akhirnya sejarah tanggal 1 Oktober di kenang sebagai Hari Kesaktian Pancasila, dan untuk mengenang 7 jenderal yang menjadi korban keganasan PKI pemerintah membangun Monumen Pancasila Sakti.

Beberapa jendral dan korban lainnya yang menjadi kebrutalan aksi G30SPKI saat itu yakni:

    Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono.
    Letnan Jendral (Letjen) Anumerta Ahmad Yani.
    Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo.
    Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan.
    Mayor Jendral (Mayjen) Raden Soeprapto.
    Mayjen Siswondo Parman.
    Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun.
    Ade Irma Suryani Nasution (Putri Abdul Haris Nasution).
    Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean (Ajudan Abdul Haris Nasution).
    Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto (Korban G30SPKI di Yogyakarta).
    Kolonel Katamso Darmokusumo (Korban G30SPKI di Yogyakarta).


Sekian artikel saya yang menyadur dari beberapa sumber, sekiranya kita dapat bermanfaat bagi teman teman semua, dan dapat lebih memaknai sejarah dari peristiwa hari kesaktian pancasila.




Source by :
           

Minggu, 30 April 2017

Tugas Ilmu Budaya Dasar Minggu Ke-9



                     Hubungan ilmu Budaya Dasar dengan Teknik Informatika


           Teknik informatika merupakan disiplin ilmu yang menginduk pada ilmu komputer, yang pada dasarnya merupakan kumpulan disiplin ilmu dan teknik yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta-fakta simbolik (data) dengan memanfaatkan seoptimal mungkin teknologi komputer. Transformasi itu berupa proses-proses logika dan sistematika untuk mendapatkan solusi dalam menyelesaikan berbagai masalah, sehingga dengan memilih program studi Teknik Informatika, kita menjadi terlatih berpikir secara logis dan sistematis untuk dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan pekerjaan apapun.

           Menimbang hal di atas, program studi Teknik Informatika bertujuan memenuhi kebutuhan akan SDM yang profesional di bidang teknologi informasi. Selain itu, untuk menjembatani antara kepentingan industri dan masyarakat profesi dengan kepentingan akademik, maka disusunlah kurikulum berbasis kompetensi, dimana selain muatan-muatan inti, diberikan pula muatan-muatan lokal yang mendukung basis pengetahuan terapan dan perekayasaan perangkat lunak. Diharapkan melalui program ini dapat dihasilkan lulusan yang memiliki daya saing, jiwa kewirausahaan, dan memiliki wawasan teknologi informasi yang memadai sehingga tidak gagap ketika tiba waktunya untuk menerapkan ilmunya di masyarakat.

           Dalam menerapkan ilmunya di masyarakat,  disinilah mata kuliah dasar (softskill) ilmu budaya dasar berperan penting. Ilmu budaya dasar adalah suatu ILMU yang mempelajari tentang dasar-dasar Kebudayaan, Dan Budaya memang merupakan salah satu jiwa dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.

            Ilmu budaya dasar sangat membantu mengembangkan kepribadian mahasiswa dalam bermasyarakat dan menambah wawasan bagi mahasiswa teknik informatika tentang nilai budaya yang ada di masyarakat, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. 


SUMBER:

http://ilhamhdi.blogspot.co.id/2016/03/hubungan-antara-ilmu-budaya-dasar.html?m=1
http://blogkuliah-ti.blogspot.co.id/2011/05/pengertian-teknik-informatika.html?m=1
http://wulantria96.blogspot.co.id/2015/03/tujuan-ilmu-budaya-dasar.html?m=1

Minggu, 23 April 2017

Tugas Ilmu Budaya Dasar Minggu Ke-8

                                              MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

           MANUSIA
      Manusia di alam dunia ini memegang peran yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi.
Dalam ilmu eksakta : manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang memberntuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan mahluk mamalia (biologi).
      Dalam ilmu-ilmu sosial : manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, makhluk berbudaya, sering disebut homo humanus, dan lain sebagainya.

Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu :

1.  Jasad : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati ruang waktu.
2.  Hayat : mengandung unsur hidup, yang ditandai dengan gerak.
3.  Ruh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara sepiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta uang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahiriyah kebudayaan.
4.  Nafs : dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu :

     1.  ID
      Struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual, atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.

      2.  Ego
      Sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima. Lingkungan yang dapat diterima disebut sebagai proses sekunder.

      3.  Superego
      Struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan kontrol diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

      4.  Hakikat Manusia
      Makhluk ciptann Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh merupakan materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap.

      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui indera. Perasaan rodani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

- Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
- Perasaaan estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
- Perasaan etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
- Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
- Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
- Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.

          Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi.
      Manusia merupakan produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi.
Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Manusa dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya (ekologi).
Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli - Selain dari pengertian diatas, terdapat beberapa definisi kebudayaan yang dikemukakan oleh para ahli antara lain sebagai berikut...

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli dalam Negeri (Indonesia)
Koentjaraningrat: Menurut Koentjaraningrat, bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengn belajar.
Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi: Kebudayaan berarti semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Ki Hajar Dewantara: Menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pengertian kebudayaan adalah buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertip dan damai.
Drs. Mohammad Hatta: Menurutnya pengertian kebudayaan adalah ciptaan hidu pdari suatu bangsa.
R. Seokmono: Pengertian kebudayaan menurut R. Soekmono adalah segala hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Parsudi Suparlan: Menurut Pasudi Suparlan, bahwa pengertian kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah lakunya.
Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Luar Negeri
Kluckhohn dan Kelly: Pengertian kebudayaan menurut Kluckhohn dan Kelly, adalah semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang tersurat maupun yang tersirat, rasional, irasional yang ada pada suatu waktu sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.
E.B. Taylor: Pengertian kebudayaan menurut E.B. Taylor bahwa arti kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Nostrand: Menurut Nostrand, kebudayaan adalah sebagai sikap dan kepercayaan, cara berfikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut.
Bounded et. Al: Menurutnya, pengertian kebudayaan adalah hal-hal yang berbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu.
Sir Edwards B Tylor: Pengertian kebudayaan menurut Sir Edwards B. Tylor bahwa kebudayaan adalah keseluruhan kompleks dari ide da segala sesuatu yang dihasilkan mausia kesamaan pengalaman historis.
Unsur-Unsur Kebudayaan
Unsur-Unsur Kebudayaan - Menurut Koentjaraningrat yang mengacu ke pendapat Kluckholm, yang menggolongkan bahwa unsur-unsur pokok setiap kebudayaan duni adalah sebagai berikut...
Bahasa
Sistem pengetahuan
Sistem mata pencaharian
Organisasi sosial
Sistem peralatan hidup dan teknologi
Kesenian
Sistem religi
Komponen-Komponen Kebudaayn
Komponen Kebudayaan - Tiap-tiap unsur kebudayaan universal itu menadi dalam ketiga wujud kebudayaan yaitu gagasan, aktivitas, dan artefak. Berdasarkan wujudnya, kebudayaan digolongkan dari dua komponen adalah sebagai berikut..
Kebudayaan material, adalah kebudayaan yang mengacu ke semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Termasu dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi, seperti mangkuk tanah liat, perhiasan, dan senjata. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang misalnya komputer, pesawat terbang, televisi, mesin cuci dan gedung pencakar langit.
Kebudayaan nonmaterial, adalah cenderung memusatkan perhatian kebudayaan nonmaterial, yaitu ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat.


KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
kaitan manusia dan kebudayaan tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obektifitas
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusai dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.



Sumber:
• https://dewirosdyana.wordpress.com/ilmu-budaya-dasar/bab-1-manusia-dan-kebudayaan/
• http://septiairin25.blogspot.co.id/2014/10/tugas-2-unsur-unsur-yang-membagun.html?m=1
• http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.html?m=1#